Binkam  

Sebagai Contoh, Personel Polres Lobar Dirazia Propam

Hukrimlobar.com – Untuk meningkatkan disiplin anggotanya, Polres Lombok Barat melakukan Operasi Penegakkan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap Personil Polres Lombok Barat yang dilakukan oleh Jajaran Sie Propam Polres Lombok Barat, Kamis (27/2).

Kasi Propam Polres Lombok Barat Ipda Abdusy Syukur mengatakan bahwa salah satu tugas pokok Polri adalah penegak hukum, sehingga dimulai dari internal polri menjadi contoh kepada masayarakat sehingga sebagai penegak hukum disiplin Internal Polri harus ditegakkan.

“Jangan sampai sebagai penegak hukum, jangan hanya melakukan penindakan masyarakat tapi internal malah melakukan pelanggaran,” katanya.

Upaya Gaktibplin ini bertujuan selain untuk pengawasan, juga mengantisipasi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri khususnya di Polres Lombok Barat.

Dari kegiatan Gaktibplin ini berhasil menjaring enam anggota, dengan berbagai jenis pelanggaran meliputi Pemeriksaan Kelengkapan Identitas Pribadi Personil, serta Atribut dan Kelengkapan, serta kerapian pakaian dinas yang sesuai dengan Juknis dan Jukrah yang telah di tentukan oleh Dinas.

“Tindak lanjutnya langsung diberikan sanksi, diberikan tindakan berupa tilang dan menerapkan kredit poin, dan ini merupakan catatan yang berpengaruh kepada personel itu sendiri,” jelasnya.

Kasi Propam juga menjelaskan bahwa tilang kepada anggota merupakan pelanggaran disiplin sehingga diberikan tindakan disiplin langsung kepada yang bersangkutan.

“Ditemukan beberapa anggota melakukan pelanggaran disiplin, mengendarai kendaraan tidak sesuai ketentuan yaitu kelengkapan sepeda motor seperti Nopol, Spion, dan SIM,” jelasnya.
Kasi propam juga mengatakan bahwa Polri selaku pelindung, pengayom, pelayan dan penegak hukum, seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat.

“Sebelum menertibkan masyarakat, terlebih dahulu harus ditertibkan kedalam karena sebagai contoh, dan ini tetap kami lakukan,” imbuhnya

Apabila berulang-ulang melakukan pelangggran disiplin dan telah dilakukan tindakaan disiplin maka dapat ditindak lanjuti dengan sidang disiplin.

Baca Juga  Polsek Jerowaru Lakukan Operasi Yustisi, Puluhan Pengendara Kena Teguran

“Konsesekuensinya dalah dapat diajukan untuk dilakukan sidang pelanggaran disiplin, dalam hal ini akan mempengaruhi karir,” tandasnya.

Bila sudah lebih dari tiga kali dilakukan sidang disiplin, maka sudah bisa diajukan kesidang Kode etik bahkan hingga dapat dilakukan Pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). “Namun, apablila anggota polri  melakukan tindak pidana  dengan acaman hukuman 4 tahun, selain di proses secara pidana juga bisa langsung di sidang kode etik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.