Ini Fakta Dibalik Insiden Di Dusun Marang Desa Kotaraja Beberapa Hari Lalu  

oleh -6 views

hukrimlobar.com – Hari ini Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, SIK, M.H, menyayangkan pemberitaan disejumlah media online terkait penembakan warga sipil oleh anggota Polres Lotim, di Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Senin malam (8/11) baru lalu.

Tak hanya itu, dalam pemberitaan tersebut keterlibatan aparat dari satuan Brimob pun dibawa-bawa, kendati tidak ada pada saat peristiwa itu terjadi.

Herman Suriyono mengatakan peristiwa kekisruhan yang terjadi di wilayah Desa Kotaraja patut diluruskan.

“Sudah ada beberapa media yang menaikkan kejadian itu, tapi berita itu tanpa adanya konfirmasi dari pihak kepolisian,” terang Kapolres Lotim, AKBP. Herman Suriyono kepada awak media, Rabu (10/11).

Dalam kronologisnya, cerita Herman, bermula dari salah seorang warga Kotaraja bernama H. Alawi yang diduga melakukan penghinaan kepada TGH. Muslihin, yang merupakan salah satu tokoh agama di Desa Kotaraja.

Dugaan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Muslihin oleh H. Alawi itu dilakukan melalui Sosial Media (Sosmed). Terang saja, membuat pihak TGH. Muslihin geram atas tindakan yang dilakukan H. Alawi itu.

Dalam proses Alawi melanggar UU ITE, para tokoh di Desa Kotaraja melakukan ADR dan menemukan titik tengah bahwa para tokoh sepakat bahwa persoalan ITE sudah selesai.

“Alawi meminta maaf kepada TGH Muslihin yang diantar oleh pihak penyidik,” katanya.

Meskipun para tokoh sepakat untuk berdamai, namun perdamaian itu tidak bagi kalangan para pemuda dan para pengikutnya sehingga menimbulkan kericuhan.

“Kita dari kepolisisan melakukan tindakan evakuasi. Pada saat pembubaran masa ini, Babinkamtibmas menemukan salah seorang korban yang terluka ini dan membantunya,” sebutnya.

Situasi yang semakin tak terkendali membuat pihak kepolisian mengambil keputusan untuk menembakkan gas air mata. Dengan tujuan meredam situasi yang memanas.

“Kita melakukan tembakan gas air mata, terkait dengan luka yang dihadapi oleh korban sudah ditangani oleh Puskesmas Sikur,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lotim, Iptu. Muhammad Fajri menyebutkan, berdasarkan dari hasil visum, ditemukan beberapa luka ditubuh korban, diantara dibagian kepala belakang telinga, lecet di kedua tangan dan kaki korban.

Adapun luka pada korban itu bukan disebabkan luka bakar, senjata tajam, luka akibat bekas mesiu. Namun berdasarkan keterangan dari dokter yang melakukan visum, luka korban disebabkan dari benda tumpul.

“Luka itu diakibatkan dari benda tumpul, bukan dari luka bakar, senjata tajam dan bukan disebabkan akibat bekas mesiu,” sebutnya.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga, korban tengah lari untuk mengamankan diri, namun sempat terjatuh dan terkena lemparan batu.

“Begitu ditemukan oleh Babinkamtibmas langsung dievakuasi,” tutupnya.

Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Iptu Nikolas Osman menghimbau kepada seluruh lapisan Masyarakat untuk tetap memelihara kamtibmas minimas di lingkungan masing – masiing dan jika ada hal yang dirasa dapat mengganggu stabilitas kamtibmas, agar segera melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas masing – masing atau melaporkan hal tersebut di Kantor polisi terdekat untuk segera dilakukan tindak lanjut.pungkasnya.

Baca Juga  Assessment Kursi Roda, Secercah Harapan Anak-anak Disabilitas di Lombok Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.