Lugas, Berimbang dan Terpercaya
Binkam  

Polda NTB Gelar Operasi Keselamatan Rinjani 2022

Polda NTB Gelar Operasi Keselamatan Rinjani 2022

Mataram, NTB – Pasca MotoGP dan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) gelar Operasi Keselamatan Rinjani 2022, agar tidak terjaring perhatikan dan taati aturan lalu lintas yang sudah ada.

Seyogyanya Operasi Keselatan Rinjani 2022 ini, digelar oleh Polda NTB pada bulan Maret lalu, namun karena ada event MotoGP dan Lebaran, pelaksanaannya dimulai tanggal 13 hingga 26 Mei 2022.

Seperti halnya operasi Ketupat Rinjani 2022 yang berlangsung pada perayaan Hari Raya Idul Fitri, Polisi akan memberikan peringatan kepada pelanggaran kasat mata, secara Preventif, Preemtif dan penindakan hukum bila diperlukan.

Sasaran penindakan, secara preventif yakni untuk mencegah sebuah hal yang negatif sebelum terjadi kejadian berikutnya preemtif yakni tindakan kepolisian untuk melaksanakan tugas kepolisian dengan mengedepankan himbauan.

Polda NTB Gelar Operasi Keselamatan Rinjani 2022Pelanggaran kasat mata yang dimaksud, seperti, tidak menggunakan Helem, mengangkut penumpang menggunakan kendaraan bak terbuka, sepeda motor bonceng tiga, kebut-kebutan, melawan arus, pengendara dibawah umur dan lain sebagainya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo menyampaikan, pada dasarnya Operasi Keselamatan Rinjani ini seyogyanya digelar serentak dengan Polda lain di Indonesia pada Bulan Maret 2022 lalu.

Karena adanya pengamanan MotoGP di Mandalika dan tanggal pelaksanaannya bersamaan, operasi Keselamatan ini mengalami penundaan, atas ijin bapak Kapolda dan Kakor lantas Polri operasi keselamatan Rinjani NTB dilaksanakan bulan Mei 2022.

Personel yang diterjunkan pada Operasi Keselamatan Rinjani 2022 ini berjumlah 792, terdiri dari anggota kepolisian yang ada di Polda NTB dan Polres jajaran.

Disetiap pelaksanaan Operasi Keselamatan sering terjadi peningkatan jumlah kecelakaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kecelakaan yang dimaksud, disebabkan oleh beberapa faktor, disebabkan oleh kelalaian pengendara sendiri, cuaca, alam dan kondisi jalan yang rusak. Namun yang paling banyak disebabkan oleh kelalaian pengendara itu sendiri.

Baca Juga  Tinjau Pabrik Minyak Goreng di Bali, Kapolri Pastikan Stok dan Harga Sesuai HET Dipasaran

Dirlantas berpesan, agar masyarakat selalu memperhatikan keselamatan dirinya saat berkendara, agar tidak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan fatal terhadap dirinya maupun pengendara lain dan pesan khusus kepada para orang tua untuk tidak mengizinkan anaknya yang masih dibawah umur menggunakan kendaraan bermotor, dalam artian belum cukup umur untuk memiliki SIM, demi keselamatan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.